Keyword 1

Keyword 2

Tubuh dan Darah Kristus

Kepada keluarga besar dan teman-teman terkasih.

Kami ingin mengucapkan selamat merayakan hari raya yang penting bagi kita anggota Gereja Universal: “Hari Raya Corpus Domini (Tubuh dan Darah Kristus)”, yang dirayakan besok Minggu 6 Juni.

Hari ini kami awali seperti biasa dengan mendengarkan siaran pagi di Radio Maria: Santo Rosario, Santa Messa dan Lodi. Suami mendengarkan dalam perjalanan ke kantor, sedangkan saya mendengarkan di rumah.

Siaran itu sungguh spesial dan berlangsung di Monastero Monache Passioniste – Vignanello (Viterbo) : Biara Kongregasi Pasionis (CP).

Mengapa spesial?

Karena ternyata kami baru mengetahui bahwa di Biara di Viterbo itu banyak biarawati (suster) asal Indonesia, dan hari ini kami senang sekali mendaraskan doa Rosario dan Misa serta Lodi bersama para suster Indonesia itu melalui Radio Maria. Saya terutama bahagia karena merasakan kehadiran teman-teman Indonesia Katolik (kebanyakan Protestan) secara spiritual berkat Radio Maria. Meskipun belum bertatap muka, saya dapat mendengarkan suara-suara mereka secara langsung, yang cukup unik karena berbahasa italia dengan berbagai logat daerah di Indonesia (jawa, sumatra, flores).

Di dalam siaran itu mereka menyambut juga perayaan Corpus Domini.

Perayaan ini mengingatkan kita kembali akan perjanjian dalam darah yang memberi kehidupan’. Romo Yoyon CM dari Paroki St. Fransiskus Tanjung Priok menuliskan bahwa Yesus memberi makna baru kepada perjamuan Paskah yang diadakan dengan murid-murid-Nya. Cawan yang mereka minum adalah lambang dari darah-Nya sendiri, darah yang ditumpahkan bagi banyak orang. Sebenarnya darah umat Israel yang harus ditumpahkan karena mereka telah berulang-ulang melanggar perjanjian mereka dengan Allah. Akan tetapi sekarang Yesus mengambil alih pengurbanan yang harus dilakukan karena dosa-dosa tersebut dengan menumpahkan darah-Nya di kayu Salib. Padahal sebenarnya kitalah yang harus disalibkan, tetapi Yesus mengambil alih tanggungjawab itu bagi kita. Dia disalibkan karena pelanggaran kita. Darah yang telah ditumpahkan ini membuat kita dapat bersekutu atau bersatu kembali dalam perdamaian dengan Allah. Dalam darah Yesus yang ditumpahkan itu ada kehidupan.

Mons.Cosmo Francesco Ruppi, dalam siaran Katekis di Radio Maria pagi ini, menjelaskan bahwa perayaan ini sangat spesial karena diantara aliran agama Kristen, hanya Gereja Katolik lah yang memberikan penghormatan lebih kepada Corpus Domini. Gereja Ortodoks yang paling dekat dengan kita, hanya merayakan Misa saja, tetapi tidak menyimpan Hosti di Altar. Gereja Protestan juga tidak merayakan Ekaristi. Hanya Gereja Katolik yang meninggikan dan menghormati Tubuh dan Darah Kristus di dalam Ekaristi.

Jadi, sudah sepantasnya, kita sebagai umat Katolik merasa bangga dan menghayati setiap perayaan-perayaan dan menghormati sakramen-sakramen yang ada, terutama Ekaristi.

Untuk mengakhiri renungan ini, saya ingin meneruskan surat dari Padre Livio Fonzaga, direktur Radio Maria Italia, yang dalam perayaan Corpus Domini mengajak kita menghafal doa yang indah, yang harus dibaca setiap kali kita menerima Komuni:

“Jiwa Kristus, kuduskanlah aku. Tubuh Kristus, selamatkanlah aku. Darah Kristus, buatlah daku terkagum. Air dari lambung Kristus, cucilah daku. Sengsara Kristus, kuatkanlah aku. Oh Yesus yang baik, dengarkanlah aku. Dalam lukaMu sembunyikanlah aku. Jangan biarkan aku dipisahkan daripadaMu. Dari musuh ganas, belalah aku. Pada saat kematianku, penggilh aku: dan perintahkan aku datang kepadaMu, dan bersama dengan orang-orang kudusMu aku memujiMu untuk selama-lamanya. Amin.”
SELAMAT HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS!
BUONA FESTA SOLENNE DEL CORPUS DOMINI!
Shirley & Angelo
Milano
Seminar Seumur Hidup

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!