Pembabtisan Yesus
Kisah yang mengambil model “Kepatuhan Ishak”
Oleh : William R. Stegner
Pembaptisan Yesus oleh Yohanes diceritakan dalam 3 Injil Sinoptik (Matius, Markus dan Lukas). Namun dalam Injil Markus kisah pembabtisan ini ditulis dengan sangat singkat, hanya 53 kata dalam bahasa Yunani.
| “Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Markus 1 : 9-11) |
Para exeget dibuat bingung selama berabad-abad mengenai makna teologi di balik Pembabtisan Yesus ini, utamanya jika merujuk kepada kisah “singkat” yang diceritakan oleh penginjil Markus seperti kutipan di atas.
Pencerahan baru akan muncul, jika kita menyadari bahwa cerita pembabtisan Yesus itu adalah model dari “Kepatuhan Ishak ketika hendak dikurbankan oleh Abraham, ayahnya,” sebuah episode yang di kalangan mahasiswa Perjanjian Lama dikenal sebagai “Kepatuhan Ishak.”
Di Kejadian 22, dalam format biblis dikisahkan bahwa Allah hendak mencobai Abraham dengan menyuruh Abraham membawa anaknya yang tunggal Ishak dan mempersembahkan anaknya kepada Allah sebagai kurban bakaran.
Abraham membawa anaknya ke sebuah gunung sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan mempersiapkan sebuah altar untuk meletakkan kayu. Abraham kemudian mengikat anaknya di atas altar dan mengangkat pisaunya untuk menyembelih anaknya. Pada momen yang begitu dramatis itu tiba-tiba “seorang malaikat Allah berseru kepadanya” agar Abraham menghentikan aksinya tersebut.
| “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.“ |
Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran sebagai pengganti anaknya.
Sekilas kisah “pembabtisan Yesus” dan “kepatuhan Ishak” ini tidak memiliki tautan yang kuat antara satu dengan lainnya.
Mari kita lihat secara lebih dekat.
Kisah pengurbanan Ishak yang kita kenal selama ini merujuk pada Kejadian 22. Sebuah kisah atau cerita yang memiliki daya begitu hebat, karena ia telah diceritakan berulang-ulang selama berabad-abad dalam pelbagai versi dan variasi dan senantiasa mendapat tambahan bumbu sehingga cerita itu semakin hebat kedengarannya.
Hal semacam itu sangat lazim dalam pembentukan Perjanjian Lama. Begitu pulalah cara Midrash dibentuk. Midrash adalah suatu koleksi dari cerita-cerita biblis yang diceritakan berulang-ulang dan mendapat elaborasi, ditulis pada awal abad 400 A.D. Banyak tradisi-tradisi exegese di dalam Midrash yang bisa kita temui jauh lebih awal lagi.
Follow Me on Twitter