Bukan Berjudi
Seorang ibu, setiap kali menjelang perayaan Ekaristi, mengeluarkan setumpuk kartu dari tasnya, membuat Tanda Salib, dan mulai berdoa dengan kartu-kartu tersebut. Tangannya begitu terampil mencabut kartu-kartu dan memasukkannya kembali ke tumpukannya. Setiap kali ia mencabut satu kartu, ia pandangi kartu tersebut seperti ia membaca sesuatu dari sana sambil mulutnya komat-kamit layaknya orang berdoa. Karena aktivitasnya yang rada aneh tersebut, tentu saja mengundang perhatian orang-orang di sekelilingnya. Selesai Misa, ia dipanggil oleh Pastor yang mengepalai gereja tersebut untuk diinterogasi :
Pastor : “Apa yang ibu lakukan dengan kartu-kartu tersebut, apakah ibu seorang penjudi berat?”
Ibu :”Saya bukan seorang penjudi pastor, saya seorang Katolik tulen,” jawabnya enteng, sambil mengeluarkan setumpuk kartu dari tasnya, “kartu-kartu ini saya gunakan sebagai sarana doa. Apakah pastor berminat berdoa dengan kartu-kartu yang indah ini?
Pastor : “Kartu-kartu yang fungsinya untuk berjudi itu, untuk berdoa?”
Ibu :”Iya pastor, dan pastor harus ingat tidak ada larangan menggunakan kartu untuk berdoa dalam gereja Katolik. Dan lagi, Tuhan tidak pernah melarang menggunakan kartu untuk berdoa!” jawab ibu itu setengah berteriak.
Pastor : “Baiklah, coba anda jelaskan bagaimana cara ibu berdoa dengan kartu-kartu judi tersebut,” pinta pastor setengah kesal sambil menggaruk kepalanya yang sudah mulai beruban di sana-sini.
Lalu ibu itu mulai menjelaskan makna dari kartu-kartu tersebut serta kaitannya sebagai sarana doa :
”Kartu AS, melambangkan hanya ada satu Allah”
“Angka Dua mengingatkan saya akan Alkitab, yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.”
“Angka Tiga, membuat saya senantiasa ingat akan Tanda Salib dan Trinitas : Bapa, Putra, dan Roh Kudus”
“Angka Empat, merujuk kepada keempat penginjil : Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.”
“Angka Lima, mengingatkan saya kepada lima wanita bijak yang mengisi lampu mereka dengan minyak menjelang kedatangan mempelai pria.”
“Angka Enam, mengingatkan akan penciptaan Allah atas surga dan bumi serta segala isinya dalam waktu enam hari.”
“Angka Tujuh, adalah lambang hari sabat, hari Allah beristirahat (setelah menciptakan bumi langit serta isinya)
“Angka Delapan menunjuk kepada delapan orang yang diselamatkan ketika terjadi air bah : Nuh dan istrinya, tiga putranya dan istri-istri mereka.”
“Angka Sembilan mewakili sembilan orang kusta yang tidak tahu berterima kasih.”
“Angka Sepuluh sudah barang tentu menunjuk kepada Sepuluh Perintah Allah.”
“Kartu King, melambangkan Raja satu-satunya di sorga, Allah Maha Kuasa.”
“Kartu Queen adalah Bunda Maria yang terberkati, Ratu Sorga.”
“Kartu Jack melambangkan kejahatan, kesyirikan, kedengkian.”
“Ada 365 kotak pada kulit kartu, sebagaimana 365 hari.”
“Ada 52 kartu dalam satu set, sebagaimana 52 minggu dalam setahun”
“Ada 13 jenis permainan dalam satu set, sebagaimana 13 minggu untuk setiap catur wulan.”
“Ada 4 warna dalam setiap satu set kartu, sebagaimana 4 minggu dalam sebulan.”
“Ada 12 kartu bergambar, sebagaimana 12 bulan dalam setahun.”
Pastor : “Haaaaaaaaaaah”
Dari : Siaran Sebuah Radio (Diceritakan kembali oleh V. Prabowo Shakti)
Follow Me on Twitter